PERAN LITERASI KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KEUANGAN KELUARGA: STUDI FENOMENOLOGI
DOI:
https://doi.org/10.67379/sjim.v3i2.234Keywords:
Literasi Keuangan, Kesejahateraan Keuangan Keluarga, Perilaku KeuanganAbstract
Literasi keuangan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya keuangan secara efektif sehingga dapat mencapai kesejahteraan finansial yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam peran literasi keuangan dalam meningkatkan kesejahteraan keuangan keluarga berdasarkan pengalaman hidup para informan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria kepala keluarga atau pasangan suami istri yang berperan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga dan telah berkeluarga minimal tiga tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode fenomenologi Moustakas yang meliputi tahapan epoche, horizonalization, pengelompokan tema, deskripsi tekstural, deskripsi struktural, dan sintesis esensi pengalaman. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, member checking, serta penerapan kriteria trustworthiness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan keluarga melalui penyusunan anggaran, pengendalian pengeluaran, kebiasaan menabung, penyediaan dana darurat, serta pengambilan keputusan keuangan yang lebih bijaksana. Kesejahteraan keuangan oleh para informan dimaknai tidak hanya sebagai kemampuan memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga sebagai kondisi yang memberikan rasa aman, terbebas dari tekanan utang, serta memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan di masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi utama dalam membangun perilaku keuangan yang sehat dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keuangan keluarga. Temuan penelitian memberikan implikasi praktis bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga jasa keuangan dalam mengembangkan program edukasi literasi keuangan yang lebih efektif dan berorientasi pada perubahan perilaku masyarakat.
References
Atkinson, A., & Messy, F. A. (2012). Measuring Financial Literacy: Results of the OECD/International Network on Financial Education (INFE) Pilot Study. OECD Working Papers on Finance, Insurance and Private Pensions, No. 15. OECD Publishing.
Brüggen, E. C., Hogreve, J., Holmlund, M., Kabadayi, S., & Löfgren, M. (2017). Financial Well-Being: A Conceptualization and Research Agenda. Journal of Business Research, 79, 228–237.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Guest, G., Namey, E., & Chen, M. (2020). A Simple Method to Assess and Report Thematic Saturation in Qualitative Research. PLoS ONE, 15(5), e0232076.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The Economic Importance of Financial Literacy: Theory and Evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological Research Methods. SAGE Publications.
OECD. (2020). OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Financial Literacy. OECD Publishing.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods (4th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Servqual: Jurnal Ilmu Manajemen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.





